Posts

Metode Farmakologi 7

Interaksi non kovalen atau non ikatan (non-bonded interaction) ini terjadi antara ligan dan reseptor dapat meningkatkan afinitas (kemampuan mengikat elektron) ligan terhadap reseptor, dimana terjadi akibat ligan yang fleksibel berinteraksi dengan reseptor. Interaksi nonkovalen dipengaruhi oleh gaya elektrostatik seperti ikatan hidrogen, dan gaya Van der Waals. link video:  https://youtu.be/32j1YiZAmsE

Kimia Medisinal 7

Stereokimia merupakan salah satu faktor penting dalam aktivitas biologis obat, oleh karena itu pengetahuan tentang hubungan aspek stereokimia dengan aktivitas farmakologis obat sangat menarik untuk dipelajari. Untuk berinteraksi dengan reseptor, molekul obat harus mencapai sisi reseptor dan sesuai dengan permukaan reseptor. link video:  https://youtu.be/NnIEecvw5-8

Kimia Medisinal 5

F armakodinamika adalah ilmu yang mempelajari efek obat terhadap fisiologi dan biokimia serta mekanisme kerja obat yang memberikan efek terapeutik atau efek lain pada tubuh. Farmakodinamik merupakan subdisiplin dari ilmu farmakologi yang mempelajari efek biokimiawi, fisiologi obat, dan mekanisme kerjanya dengan tujuan meneliti efek utama obat, mengetahui interaksi obat dengan sel, dan mengetahui respon yang terjadi. Captopril merupakan salah satu obat antihipertensi golongan ACE inhibitor yang telah banyak digunakan untuk pengobatan hipertensi dan gagal jantung kongestif. Captopril merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah, gagal jantung dan gangguan ginjal pada diabetes mellitus. link video:  https://youtu.be/X8U-yqoMA5s

Metode Farmakologi 5

Jahe merupakan salah satu tanaman rempah di Indonesia yang cukup popular dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Jahe memiliki rasa pedas yang khas, sehingga cukup sering dimanfaatkan menjadi minuman untuk menghangatkan badan. Dalam beberapa dekade terakhir, jahe-jahean dipelajari secara ektensif dalam pengobatan dengan teknik ilmiah dan diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti tanin, flavonoid, glikosida, saponin, alkaloid, dan masih banyak lagi.  Senyawa-senyawa dalam jahe dilaporkan memiliki khasiat sebagai antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, analgesic, diuretic, antijamur, antikanker, dan antivirus. link video:  https://youtu.be/BGQBvxxOg_Y

Kimia Medisinal 3

R eaksi konjugasi adalah reaksi penggabungan obat aslinya atau metabolitnya dengan bermacam-macam komponen endogen. Reaksi konjugasi bersifat sebagai reaksi detoksifikasi, karena produk konjugasi hampir selalu tidak aktif secara biologi.  Reaksi konjugasi obat atau senyawa organik asing dengan asam glukuronat, sulfat, glisin, glutamin dan glutation dapat mengubah senyawa induk atau hasil metabolit fase 1 menjadi metabolit yang lebih polar, mudah larut dalam air, bersifat tidak toksik dan tidak aktif dan kemudian di ekskresikan melalui ginjal atau empedu. link youtube materi pertemuan 3 "Reaksi-reaksi kimia obat di dalam tubuh" https://youtu.be/M_ZFtXvHoB8

Metode Farmakologi 3

M etode dilusi digunakan untuk mengukur MIC ( Minimum Inhibitory Concentration) atau KHM dan MBC (Minimum Bactericidal Concentration) atau KBM dengan cara menambahkan suspensi kuman dalam media masing-masing konsentrasi obat. Pada dilusi cair, masing-masing konsentrasi obat akan ditambah suspensi kuman kedalam medianya. Dimana konsentrasi terendah yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri ditunjukkan dengan tidak adanya kekeruhan atau yang disebut dengan Kadar Hambat Minimal (KHM).  Metode broth dilution/dilusi cair ini bisa digunakan sebagai salah satu metode pengujian antituberkolosis secara invitro. link youtube materi pertemuan 3 "Teknik Pengujian Antituberkulosis Secara Invitro : In Vitro Drug Discovery Models for Mycobacterium Tuberculosis Relevant for Host Infection"  https://youtu.be/znHmLjy6fIs