Metode Farmakologi 3
Metode dilusi digunakan untuk mengukur MIC (Minimum Inhibitory Concentration) atau KHM dan
MBC (Minimum Bactericidal Concentration) atau KBM dengan cara menambahkan
suspensi kuman dalam media masing-masing konsentrasi obat. Pada dilusi cair,
masing-masing konsentrasi obat akan ditambah suspensi kuman kedalam medianya. Dimana konsentrasi
terendah yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri ditunjukkan dengan tidak
adanya kekeruhan atau yang disebut dengan Kadar Hambat Minimal (KHM). Metode
broth dilution/dilusi cair ini bisa digunakan sebagai salah satu metode
pengujian antituberkolosis secara invitro.
link youtube materi pertemuan 3 "Teknik Pengujian Antituberkulosis Secara Invitro : In Vitro Drug Discovery Models for Mycobacterium Tuberculosis Relevant for Host Infection"
https://youtu.be/znHmLjy6fIs
Disebutkan bahwa metode broth dilution dapat digunakan untuk pengujian antituberkulosis. Bagaimana metode ini dapat digunakan dalam oengujian antituberkulosis?
ReplyDeleteMetode broth dilution bisa digunakan sebagai salah satu metode pengujian antituberkulosis secara invitro, Dimana pada uji antituberkulosis dengan metode broth dilution tersebut dilakukan dengan cara yaitu pertama dibuat beberapa seri pengenceran agen antimikroba pada medium cair (contoh media MB 7H9 Broth) yang kemudian ditambahkan dengan mikroba uji. Larutan uji agen antimikroba pada kadar terkecil yang terlihat jernih tanpa adanya pertumbuhan mikroba uji kemudian ditetapkan sebagai KHM. Larutan yang ditetapkan sebagai KHM tersebut selanjutnya dikultur ulang pada media cair tanpa penambahan mikroba uji ataupun agen antimikroba, kemudian diinkubasi selama 18-24 jam. Media cair yang tetap terlihat jernih setelah inkubasi tersebut kemudian ditetapkan sebagai KBM atau berarti memiliki daya antituberkulosis.
DeletePada saat penambahan suspensi kuman ke dalam obat, kenapa bisa terjadi perbedaan kekeruhan pada tiap konsentrasinya?
ReplyDeleteMetode broth dilution digunakan untuk mengukur MIC (Minimum Inhibitory Concentration) atau KHM dan MBC (Minimum Bactericidal Concentration) atau KBM dengan cara menambahkan suspensi kuman dalam media masing-masing konsentrasi obat. Dimana parameter KHM dengan metode dilusi cair ini adalah dengan melihat adanya pertumbuhan bakteri (yang ditandai dengan kekeruhan) dan tidak adanya pertumbuhan bakteri (yang ditandai dengan kejernihan) yang terlihat setelah diinkubasi selama 24 jam. Perbedaan kekeruhan yang terjadi pada tiap konsentrasi tersebut bisa diartikan sebagai gambaran keefektifan masing-masing konsentrasi obat sebagai antibakteri.
DeleteApakah ada kemungkinan pengujian anti tb dengan metode ini gagal dan apa penyebab dari kegagalan tersebut?
ReplyDeleteKegagalan mungkin terjadi, penyebabnya yaitu kemungkinan media yang digunakan tercemar sehingga bakteri pada media tersebut akan mengalami pertumbuhan yang berlebihan dan menyebabkan hasil dari uji tersebut tidak dapat diamati karena media terlalu pekat dan keruh.
Delete